1 Yohanes 3: 18
“Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.”
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 46[; Kisah Para Rasul 18; Imamat 1-3
“Aku mengasihimu”. Kita tentu sudah akrab dengan kalimat ini, atau bahkan kerap mengucapkan dua kata ini kepada orang yang kita kasihi. Sayangnya, di zaman ini makna kata-kata itu seolah hilang dan hanya dijadikan sebagai sapaan belaka.
Banyak orang yang sebenarnya tidak mengetahui arti dan tanggung-jawab yang dikandung di dalam kata tersebut. Namun dalam firman Tuhan (1 Yoh 3: 18), kita diingatkan untuk tidak sekedar menjadi orang yang fasih mengucapkan kata tanpa disertai dengan tindakan atau perbuatan.
Di dalam kehidupan, ada banyak orang yang membutuhkan sentuhan kasih. Misalnya, pasangan, rekan, sahabat, keluarga, korban bencana dan orang yang kehidupannya sulit. Memang kita mengatakan kasih, namun enggan untuk mewujudkan kasih itu dengan tindakan nyata.
Kasih sejati bukan tentang sekedar kata ‘mengasihi’, lebih daripada itu kasih berbicara soal kepekaan, kepedulian, empati, kesediaan untuk berkorban, berbagi, dan lain sebagainya. Kasih kita terlihat dari cara kita bertindak kepada orang yang kita kasihi. Untuk itu, sebagai orang Kristen yang sudah menerima kasih sejati dari Kristus, maukah kita menabur kasih yang nyata itu kepada orang lain?
Kasih yang diucapkan tanpa disertai dengan tindakan akan menjadi hambar. Namun, kasih dan tindakan yang berjalan beriringan akan menghadirkan sukacita.
Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu.
Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”